Sedangkan empat saudara yang berkaitan dengan jagad kecil (manusia) adalah apa-apa yang mengiringi kelahirannya. Mereka itu adalah kakang kawah (air ketuban), adi ari-ari (plasenta), getih (darah) dan puser (tali plasenta). Sedangkan yang kelima pancernya adalah diri manusianya itu sendiri.
Dari pengertian asal ini kemudian berkembang dengan adanya pengaruh agama Hindu. Sedulur papat (empat saudara) kemudian dimaknai selain sebagai empat kiblat juga kemudian dimaknai sebagai unsur alam yang menjadi pembentuk jasad manusia.Namun pengertian di atas kemudian berkembang lagi dengan adanya pengaruh agama Islam. Oleh Sunan Kalijaga, kemudian ditambahkan pengertian baru yang bernafaskan Islam, yaitu empat saudara itu adalah empat jenis nafsu manusia sedangkan yang kelima pancer adalah hati nurani atau 'alam rahsa / sirr'. Unsur empat nafsu-nafsu tersebut adalah nafsu aluamah, sufiyah, amarah dan muthmainah.
Berikut sedikit pemahan yang bisa saya jabarkan mudahan ada manfaatnya.dan bagi masyarakat jawa sedulur papat,suatu bentuk Ruhaniah yang dapat diguanakan sebagai sarana untuk suatu maksud tujuan tertentu.akan tetapi semua itu hanya sebagai perantara menjadikan sebab sebab permohonan kita kepada TUHAN maha kuasa yang membrikan semua kehidupan didunia ini.
Bagi yang ingin memggunakan untuk suatu keperluan hajat tata caranya
- Puasa dihari kelahiran kita.
- Bikin bubur 5 macam.
- Dupa,kembang,telon,air putih,jajan pasar,semua sarana tempatkan dalam satu diwadah
- Kalau semua sudah siap dibacakan doa dibawah dan mohon permohonan hajat kita kepada TUHAN insya alloh cepat terkabul.
Berikut doa nya:
Ana kidung ing kadang
Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira
Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku
Kang rumeksa ing awak mami
Anekakake sedya Ing kuwasanipun
Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki
Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi ngrerewangi
Ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun
Nguyu-uyu sabawa mami
Nuruti ing panedha Kuwasanireku
Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadipancer sawiji Tunggal sawujud ingwang.
No comments:
Post a Comment